Selasa, 09 Oktober 2012

Musik Keroncong Portugis Indonesia



                 Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.contoh akulturasi : saat Portugis datang menjajah Indonesia.
                   Relasi Internakulturasi biasa kita kenal juga dengan istilah komunikasi budaya. Menurut Stewart komunikasi budaya adalah komunikasi yang terjadi dalam suatu kondisi yang menunjukan adanya perbedaan budaya seperti bahasa, nilai-nilai, adat, kebiasaan. Komunikasi antar budaya menunjuk pada suatu fenomena komunikasi di mana para pesertanya memiliki latar belakang budaya yang berbeda terlibat dalam suatu kontak antara satu dengan lainnya, baik secara langsung atau tidak langsung. (Young Yung Kim, 1984). Komunikasi antar budaya pertama kali diperkenalkan oleh antropolog Edward Hall Istilah antarbudaya pertama kali diperkenalkan oleh Edward T. Hall pada tahun 1959

Sekilas Contoh budaya akulturasi dan relasi internakulturasinya di Indonesia

Musik Keroncong Portugis  

                Siapa sangka musik Keroncong yang kita kenal ternyata bukan musik asli Indonesia. Melainkan kesenian peninggalan masa penjajahan bangsa Portugis. Dalam perkembangannya, sejumlah unsur tradisional asli Nusantara, seperti penggunaan seruling dan beberapa komponen gamelan membuat keroncong menjadi khas Nusantara.

                  Dahulu, dalam sejarahnya, keroncong pertama kali dikenalkan oleh para pelaut asal Portugis di abad ke-16. Keroncong itu merupakan sejenis musik yang dikenal dengan sebutan fado oleh bangsa Portugis. Kini, di Indonesia ada beberapa jenis musik keroncong, salah satunya adalah Keroncong Tugu. Jika Anda orang asli Jakarta, pasti Anda tidak asing lagi dengan nama tersebut. Mungkin tidak ada perbedaan yang signifikan antara musik keroncong Tugu dengan keroncong lainnya, dan mungkin hanya kekhasannya saja yang menjadi perbedaannya.

                 Jika kita berbicara Keroncong tugu, rasa tidak lengkap kalau tidak membahas kampung Tugunya. Kampung Tugu yang diyakini sebagai kampung tertua di Jakarta ini terletak di sisi Timur Kota Jakarta, yakni Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Utara. Ceritanya, di Kampung Tugu ini bermukimnya orang-orang keturunan bangsa Portugis (Betawi). Di sinilah kesenian Keroncong (khususnya Tugu) bermula.Tahu kah Anda mengapa kampung ini disebut Kampung Tugu? Karena dahulunya tempat ini telah ditemukan prasasti peninggalan Raja Purnawarman (Kerajaan Tarumanegara) yang seperti Tugu.Namun menurut versi yang lain, asal muasal kata 'Tugu' berasal dari penggalan kata Portugis, yaitu Por-tugu-ese, sebutan untuk orang Portugis yang menempati kampung Tugu.

                        Pada zaman penjajahan Belanda, keroncong sangat digemari dan menjadi primadona. Hingga akhirnya, musik dari Kampung Tugu ini menghipnotis para Noni Belanda. Keroncong Tugu juga diberikan penghormatan untuk mengisi acara-acara pesta bangsa Belanda pada saat itu. Bahkan sebuah Gereja pertama di Kampung Tugu yang dibangun tahun 1678, selalu diiringi musik keroncong dalam setiap acara ritual Gereja. Dan ritual tersebut tetap berlangsung hingga saat ini. Keroncong pun kemudian terus berkembang, dan melahirkan musik keroncong lainnya di berbagai daerah terutama di Jawa. Lagu-lagu Keroncong Tugu yang terkenal adalah 'mauresco' dan 'cafrinyo'.

                        Kini, musik keroncong tak sepopuler dahulu dan bahkan mulai redup. Hal tersebut sejak masuknya gelombang musik rock yang berkembang tahun 1950. Meski demikian, musik keroncong masih memiliki ruang di hati para penggemarnya. Dengan tetap memainkan dan menikmatinya.
 Selanjutnya apakah musik keroncong, khususnya keroncong Tugu, akan bertahan dengan maraknya musik modern? Semua ini kembali lagi kepada kita generasi muda untuk menjaga dan melestarikannya.

Referensi :
http://erabaru.net/sejarah/56-sejarah/17237-kerontjong-tugu-peninggalan-penjajahan-portugis
http://id.wikipedia.org/wiki/Akulturasi

Selasa, 02 Oktober 2012

Proses Pembudayaan dengan kata lain Transmisi Budaya

             Lewin memberikan penjelasan mengenai peranan penting hubungan pribadi dengan lingkungan.  Meksipun terdapat konstruk psikologis individu yang sulit ditembus oleh lingkungan luar, lingkungan masih tetap memiliki kontribusi dalam perkembangan individu.  Dalam teori Medan yang digagas Lewin ini, pribadi tak dapat dipikirkan secara terpisah dari lingkungannya.

          Proses pembudayaan terjadi dalam bentuk pewarisan tradisi budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya dan adopsi tradisi budaya oleh orang yang belum mengetahui budaya tersebut sebelumnya. Pewarisan tradisi budaya dikenal sebagai proses enkulturasi sedangkan adopsi tradisi budaya dikenal sebagai proses akulturasi. Kedua proses tersebut berujung pada pembentukan budaya dalam suatu komunitas. Proses pembudayaan enkulturasi biasanya terjadi secara informal dalam keluarga, komunitas budaya suatu suku, atau budaya suatu wilayah.

          Proses pembudayaan enkulturasi dilakukan oleh orang tua atau orang yang dianggap lebih muda. Tata krama, adat istiadat, keterampilan suatu suku/keluarga biasanya diturunkan kepada generasi berikutnya melalui proses enkulturasi. Dalam proses ini, seorang individu mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Proses enkulturasi sudah dimulai sejak kecil, awalnya dari orang dalam lingkungan keluarga lalu dari teman-teman bermain.
          Sementara itu, proses akulturasi biasanya terjadi secara formal melalui pendidikan seseorang yang tidak tahu, diberi tahu dan disadarkan akan keberadaan suatu budaya, dan kemudian orang tersebut mengadopsi budaya tersebut; misalnya seseorang yang baru pindah ke tempat baru, maka ia akan mempelajari bahasa, budaya, dan kebiasaan dari masyarakat ditempat baru tersebut, lalu ia akan berbahasa dan berbudaya, serta melakukan kebiasaan sebagaimana masyarakat itu. Pendidikan merupakan proses pembudayaan dan pendidikan juga dipandang sebagai alat untuk perubahan budaya. Proses pembelajaran di sekolah merupakan proses pembudayaan yang formal (proses akulturasi). Proses akulturasi bukan semata-mata transmisi budaya dan adopsi budaya tetapi juga perubahan budaya. Sebagaimana diketahui, pendidikan menyebabkan terjadinya beragam perubahan dalam bidang sosial, budaya, ekonomi. politik, dan agama. Namun, pada saat yang bersamaan, pendidikan juga merupakan alat untuk konservasi budaya-transmisi, adopsi, dan pelestarian budaya. Mengingat besarnya peran pendidikan dalam proses akulturasi maka pendidikan menjadi sarana utama pengenalan budaya baru yang kemudian akan diadopsi oleh sekelompok siswa dan kemudian dikembangkan serta dilestarikan. Budaya baru tersebut sangat beragam, mulai dari budaya yang dibawa oleh masing-masing peserta didik dan masing-masing bidang ilmu yang berasal bukan dari budaya setempat, budaya guru yang mengajar, budaya sekolah, dan Keluarga.

Kamis, 27 September 2012

Seputar tentang Psikologi Lintas Budaya



Menurut Segall, Dasen dan Poortinga, psikologi lintas-budaya adalah kajian mengenai perilaku manusia dan penyebarannya, sekaligus memperhitungkan cara perilaku itu dibentuk dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Definisi ini mengarahkan perhatian pada dua hal pokok: keragaman perilaku manusia di dunia dan kaitan antara perilaku terjadi. Definisi ini relatif sederhana dan memunculkan banyak persoalan. Sejumlah definisi lain mengungkapkan beberapa segi baru dan menekankan beberapa kompleksitas

Hubungan Psikologi Lintas Budaya dengan Ilmu lain

Psikologi lintas budaya sama seperti dengan Psikologi budaya mencoba mempelajari bagaimana faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia. Namun psikologi lintas budaya tidak hanya mempelajari faktor budaya dengan prilaku tetapi faktor antar budaya atau perbedaan budaya yang mempengaruhi prilaku manusia.

Psikologi Sosial mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan masyarakat sekitarnya. Psikologi lintas budaya juga sama mempelajari individu dengan masyarakat selain itu juga mempelajari individu dengan atar masyarakat yang berbeda.
Ruang Lingkup Antropologi psikologi sama dengan pengakajian secara psikologi lintas budaya (cross cultural) mengenai kepribadian dan sistem sosial budaya.

Perbedaan psikologi lintas budaya dengan psikologi Indigenous, pikologi budaya dan antropologi

·        Psikologi Indigenous

Kuang-Kuo Hwang (2004) dalam artikelnya berjudul “The epistemological goal of indigenous psychology: The perspective of constructive realism,” psikologi indigenus muncul kali pertama pada tahun 1970an di kawasan Asia. Pada waktu itu, banyak psikolog di negara non-barat yang mengadopsi konsep-konsep dan metodologi penelitian yang berkembang di barat untuk diaplikasikan di tempat asal mereka.


Namun, setelah diterapkan di tempat asal, ditemukan adanya ketidakrelevanan antara konsep barat dengan bahasan psikologi masyarakat setempat waktu itu. Konsep dan metodologi penelitian dari barat juga tidak mampu memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi oleh masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-harinya. Sehingga, dari situlah muncul indigenous psychology sebagai jawaban atas keprihatinan para psikologi non-barat. Bahasa mudahnya saya, indigenous psychology muncul mungkin sebagai  ketidakpuasan atas konsep psikologi “barat” dalam menjawab permasalahan psikologi masyarakat “timur”.
Kim & Berry (1993) memberi contoh mudah untuk proses indigenisasi ini. Isu buta-huruf, kemiskinan, pembangunan nasional, dan psikologi desa, kata Kim & Berry, adalah isu yang tepat untuk India, tetapi belum tentu tepat untuk negara Industri (baca: negara maju). 

·        psikologi Budaya

Budaya telah menjadi perluasan topik ilmu psikologi di mana mekanisme berpikir dan bertindak pada suatu masyarakat kemudian dipelajari dan diperbandingkan terhadap masyarakat lainnya.  Psikologi budaya mencoba mempelajari bagaimana faktor budaya dan etnis mempengaruhi perilaku manusia.  Di dalam kajiannya, terdapat pula paparan mengenai kepribadian individu yang dipandang sebagai hasil bentukan sistem sosial yang di dalamnya tercakup budaya.  Adapun kajian lintas budaya merupakan pendekatan yang digunakan oleh ilmuan sosial dalam mengevaluasi budaya-budaya yang berbeda dalam dimensi tertentu dari kebudayaan.

·        Antropologi

Secara etimologi, antropologi berasal dari dua kata, yaitu Antrop dan Logos. Antrop berarti manusia, sedangkan Logos berarti kajian, diskusi, atau ilmu. Ilmu pengetahuan antropologi mengkaji manusia dalam bermasyarakat, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam suatu masyarakat suku bangsa, kebudyaan, dan perilakunya
Antropologi adalah semua hal tentang manusia, dan merupakan tanggung jawab antropologi untuk menjelaskan semua cerita tentang manusia, dari segi yang baik maupun dari segi yang buruk. Antropologi tidak hanya terpaku pada sebagian kelompok orang tetapi mencakup semua manusia, bukan hanya dari satu aspek melainkan dari segala aspek

Referensi :


Selasa, 20 Maret 2012






Fenomena Tawuran Antar Pelajar yang Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak


Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat.Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan geng/kelompoknya. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu.
Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya dendam Dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang disebabkan oleh siswa sekolah yang dianggap merugikan seorang siswa atau mencemarkan nama baik sekolah tersebut.
Sebenarnya jika kita mau melihat lebih dalam lagi, salah satu akar permasalahannya adalah tingkat kestressan siswa yang tinggi dan pemahaman agama yang masih rendah. Sebagaimana kita tahu bahwa materi pendidikan sekolah di Indonesia itu cukup berat . Akhirnya stress yang memuncak itu mereka tumpahkan dalam bentuk yang tidak terkendali yaitu tawuran.
Dari aspek fisik,tawuran dapat menyababkan kematian dan luka berat bagi para siswa. Kerusakan yang parah pada kendaraan dan kaca gedung atau rumah yang terkena lemparan batu.sedangkan aspek mentalnya , tawuran dapat menyebabkan trauma pada para siswa yang menjadi korban, merusak mental para generasi muda, dan menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Setelah kita tahu akar permasalahannya , sekarang yang terpenting adalah bagaimana menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan ini. Dalam hal ini, seluruh lapisan masyarakat yaitu, orang tua , guru/sekolah dan pemerintah.
Pendidikan yang paling dasar dimulai dari rumah.Orang tua sendiri harus aktif menjaga emosi anak. Pola mendidik juga barangkali perlu dirubah.Orang tua seharusnya tidak mendikte anak, tetapi memberi keteladanan.Tidak mengekang anak dalam beraktifitas yang positif. Menghindari kekerasan dalam rumah tangga sehingga tercipta suasana rumah yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang si anak Menanamkan dasar-dasar agama ada proses pendidikan. Tidak kalah penting adalah membatasi anak melihat kekerasan yang ditayangkan Televisi. Media ini memang paling jitu dalam proses pendidikan.Orang tua harus pandai-pandai memilih tontonan yang positif sehingga bisa menjadi tuntunan buat anak.Untuk membatasi tantonan untuk usia remaja memang lumayan sulit bagi orang tua.
Karena internet pun dapat diakses secara bebas dan orang tua tidak bisa membendung perkembangan sebuah teknologi Filter yang baik buat anak adalah agama dengan agama si anak bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh buruk apapun dan dari manapun.Dan pendidikan anak tidak seharusnya diserahkan seratus persen ada sekolah.
Peranan sekolah juga sangat penting dalam penyelesaian masalah ini. Untuk meminimalkan tawuran antar pelajar, sekolah harus menerapkan aturan tata tertib yang lebih ketat, agar siswa/i tidak seenaknya keluyuran ada jam – jam pelajaran di luar sekolah. Yang kedua peran BK ( Bimbingan Konseling harus diaktifkan dalam rangka pembinaan mental siswa, Membatu menemukan solusi bagi siswa yang mempunyai masalah sehingga persoalan-persoalan siswa yang tadinya dapat jadi pemicu sebuah tawuran dapat dicegah. Yang ketiga mengkondisikan suasana sekolah yang ramah dan penuh kasih sayang . Peran guru disekolah semestinya tidak hanya mengajar tetapi menggatikan peran orang tua mereka. Yakni mendidik.Yang keempat penyediaan fasilitas untuk menyalurkan energi siswa. Contohnya menyediakan program ektra kurikuler bagi siswa pada usia remaja energi mereka tinggi, sehingga perlu disalurkan lewat kegiatan yang positif sehingga tidak berubah menjadi agresivitas yang merugikan.
Dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler Ini sekolah membutuhkan prasarana dan sarana, seperti arena olahraga dan perlengkapan kesenian, yang sejauh ini di banyak sekolah belum memadai, malah cenderung kurang. Oleh karenanya, pemerintah perlu mensubsidi lebih banyak lagi fasilitas olahraga dan seni. Dari segi hukum demikian juga.Pemerintah harus tegas dalam menerapkan sanksii hukum Berilah efek jerah pada siswa yang melakukan tawuran sehingga mereka akan berpikir seratus kali jika akan melakukan tawuran lagi.Karena bagaimanapun mereka adalah aset bangsa yang berharga dan harus terus dijaga untuk membangun bangsa ini.
Perubahan sosial yang diakibatkan karena sering terjadinya tawuran, mengakibatkan norma-norma menjadi terabaikan. Selain itu,menyebabkan terjadinya perubahan pada aspek hubungan sosial masyarakatnya.
Tawuran sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Hampir setiap minggu, berita itu menghiasi media massa. Bukan hanya tawuran antar pelajar saja yang menghiasi kolom-kolom media cetak, tetapi tawuran antar polisi dan tentara , antar polisi pamong praja dengan pedagang kaki lima, sungguh menyedihkan. Inilah fenomena yang terjadi di masyarakat kita.



Dalam Artikel diatas teori yang digunakan

Teori Psikoanalisis


Teori ini menurut Freud memandang pembentuk kepribadian dan sikap seseorang dipengaruhi oleh model kepribadian yang saling berhubungan dan menimbulkan ketegangan model kepribadian tersebut adalah : Id, Ego dan Super Ego.

Id adalah factor keinginan yang timbul dari naluri dan insting untuk memenuhi kebutuhan biologis manusia. Id akan menimbulkan energi yang menyebabkan tingginya tegangan untuk memenuhi kebutuhan biologis manusia. Ketika energi Id memuncak muncullah Ego. Ego adalah aspek psikologis manusia yaitu kognitif dan intelektual tujuan ego adalah mencari objek yang tepat dan realistic untuk mereduksi tegangan dari Id. Superego adalah aspek sosiologis dari kepribadian berupa hubungan keinginan dari id dengan norma atau peraturan yang ada di masyarakat.

Meninjau kesehatan mental menurut psikoanalisis

Id menimbulkan keinginan besar seperti keinginan seksual, kasih sayang, kebutuhan untuk hidup, dan lain lain. Lalu ego mencari penyaluran realistis untuk mereduksi tegangan dari id. Seperti mencari lawan jenis untuk berhubungan seksual, berusaha mencari kebutuhan hidup dan lainnya. Disaat ego sudah menemukan penyalurannya lalu muncul superego yaitu suara hati yang menilai apakah tindakan yang akan kita lakukan sesuai dengan aturan atau norma yang ada di masyarakat dan apakah bias diterima oleh banyak orang.

Jika seseorang terlalu menuruti naluri Id yang dia rasakan dan tidak menghiraukan ego dan superego yang ada maka orang tersebut dapat melakukan hal yang dianggap abnormal dan orang tersebut dapat dinilai tidak memiliki mental yang sehat.

Senin, 19 Maret 2012

Psikologi Kesehatan Mental


Dalam psikologi untuk memahami seseorang dapat di pelajari dari kesehatan mental nya, segala sesuatu akal sehat dan penalaran seseorang dapat dipahami melalui kesehatan mentalnya, jika seseorang klien terganggu kesehatan mentalnya maka segala sesuatunya juga akan kurang baik bahkan bisa salah fatal.

Pengertian kesehatan mental dalam psikologi

Dalam lingkup psikologi, pengertian sehat seperti ini banyak menimbulkan masalah ketika kita berurusan dengan orang-orang yang mengalami gangguan jiwa yang gejalanya adalah kehilangan kontak dengan realitas. Orang-orang seperti itu tidak merasa ada keluhan dengan dirinya meski hilang kesadaran dan tak mampu mengurus dirinya secara layak. Apakah orang-orang ini dapat dikatakan sehat karena tidak mengeluh dan merasa dirinya baik-baik saja? Lalu, jika ada orang mengeluh bahwa pekerjaannya sekarang belum memberi kepuasan kepada dirinya, apakah orang ini tidak sehat mental? Begitu juga jika orang yang memiliki cita-cita yang tinggi dan mengeluh belum dapat mencapainya, apakah orang ini pun tidak sehat mental?

Pengertian sehat mental dari orientasi klasik kurang memadai untuk digunakan dalam konteks psikologi. Mengatasi kekurangan itu dikembangkan pengertian baru dari kata ‘sehat’. Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut.

Kesehatan mental terdiri dari yang baik sampai dengan yang buruk, dan setiap orang akan mengalaminya. tidak sedikit orang, pada waktu-waktu tertentu mengalami masalah-masalah kesehatan mental selama rentang kehidupannya. Fungsi-fungsi jiwa seperti pikiran, perasaan, sikap, pandangan dan keyakinan hidup, harus dapat saling membantu dan bekerjasama satu sama lain sehingga dapat dikatakan adanya keharmonisan yang menjauhkan orang dari perasaan ragu dan terhindar dari kegelisahan dan pertentangan batin (konflik).


Kesehatan mental menurut UU No.3/1961 adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

Karakteristik mental yang sehat
1. Terhindar dari Gangguan Jiwa
Zakiyah Daradjat (1975) mengemukakan perbedaan antara gangguan jiwa (neurose) dengan penyakit jiwa (psikose), yaitu:
  1. Neurose masih mengetahui dan merasakan kesukarannya, sebaliknya yang kena psikose tidak.
  2. Neurose kepribadiannya tidak jauh dari realitas dan masih hidup dalam alam kenyataan pada umumnya. sedangkan yang kena psikose kepribadiaannya dari segala segi (tanggapan, perasaan/emosi, dan dorongan-dorongan) sangat terganggu, tidak ada integritas, dan ia hidup jauh dari alam kenyataan.
2. Dapat menyesuaikan diri
Penyesuaian diri (self adjustment) merupakan proses untuk memperoleh/ memenuhi kebutuhan (needs satisfaction), dan mengatasi stres, konflik, frustasi, serta masalah-masalah tertentu dengan cara-cara tertentu. Seseorang dapat dikatakan memiliki penyesuaian diri yang normal apabila dia mampu memenuhi kebutuhan dan mengatasi masalahnya secara wajar, tidak merugikan diri sendiri dan lingkungannya, serta sesuai denagn norma agama.
3. Memanfaatkan potensi semaksimal mungkin
Individu yang sehat mentalnya adalah yang mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya, dalam kegiatan-kegiatan yang positif dan konstruktif bagi pengembangan kualitas dirinya. pemanfaatan itu seperti dalam kegiatan-kegiatan belajar (dirumah, sekolah atau dilingkungan masyarakat), bekerja, berorganisasi, pengembangan hobi, dan berolahraga.
4. Tercapai kebahagiaan pribadi dan orang lain
Orang yang sehat mentalnya menampilkan perilaku atau respon-responnya terhadap situasi dalam memenuhi kebutuhannya, memberikan dampak yang positif bagi dirinya dan atau orang lain. dia mempunyai prinsip bahwa tidak mengorbankan hak orang lain demi kepentingan dirnya sendiri di atas kerugian orang lain. Segala aktivitasnya di tujukan untuk mencapai kebahagiaan bersama.



Jumat, 18 November 2011

Kecacatan Bukanlah Awal Sebuah Kegagalan :)



Kita di ciptakan oleh Tuhan yang maha Esa untuk bisa dapat hidup dan mengembangankan diri sesuai aturan yang telah digariskan oleh agam,a masing-masing individu.
Banyak manusia yang terlahir sempurna dan ada juga yang tidak sempurna.
orang sukses pun tidak semuanya terlahir sempurna, kesuksesan dapat diraih dengan niat yang sungguh-sungguh dan kepercauyaan diri yang tinggi.
sekarang kalo kita dapat melihat banyak olahragawan yang sukses meniti karier nya walau dengan atau tanpa fisik yang normal.
bersyukur kunci utama untuk membangun niat menuju sukses, dengan mencoba bersyukur dengan apa yang kita miliki dan anugrah bakal yang telah kita dapatkan, dengan niat yang sungguh-sungguh semua kekurangan bukan lah mencari halangan untuk meraih masa depan yang cerah.
dan kita sebagai orang yang memiliki fisik sempurna harusnya dapat lebih bisa untuk mengikuti persaingan dalam kehidupan ini. dan bila memang ada orang yang menerima kecacatan tersebut, sebaiknya disyukuri dan tidak mudah putus asa. dengan bersyukur pasti semua ada jalan, jangan karena kita merasa memiliki fisik yang kurang sempurna itu membuat kecacatan juga dimasa yang akan datang dikehidupan kita.

Rabu, 12 Oktober 2011

Etika Berinternet

kata internet sudah lah tidak asing dikehidupan zaman sekarang ini, Dengan internet kita bisa berkomunikasi oleh siapanpun dan dimana pun mereka yang kita hubungi.
bahkan sekarang bukan hanya untuk saling berkomunikasi internet sekarang banyak digunakan untuk mengerjakan tugas
tetapi untuk semua hal itu ada hal-hal yang harus diperhatikan dan sebagai aturan main berinternet, ada etika berinternet
diantaranya :
* Sopan dalam berkata-kata
* Dapat menyaring informasi yang kita perolah dari berinternet
* Dapat menyaring hal-hal yang pantas atau tidak pantas untuk di share dikehidupan maya yang diketahiu oleh banyak orang
* Tulisan dalam pengetikan pun harus rapi dan sopan
* Harus menulis dengan sesuai menggunakan EYD
dan lain sebagainya

sebelum kita terlalu jauh masuk dalam kehidupan internet marilah belajar untuk dapat beretika sopan di dalam penggunaannya :)